Koalisi Jokowi sarankan Denny Siregar minta maaf pada pesantren

Denny Siregar.

PALANTA.ID – Pegiat media sosial (medsos) Denny Siregar dipolisikan atas unggahan di Facebook-nya. Parpol-parpol koalisi Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun beramai-ramai memberikan wejangan untuk Denny.

Denny, yang dikenal sebagai buzzer Jokowi saat kontestasi Pilpres 2019 ini, dilaporkan ke polisi atas dugaan tindak pidana penghinaan, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan penggunaan foto tanpa izin oleh Forum Mujahid Tasikmalaya pada 2 Juli 2020 lalu.

Dia dilaporkan atas unggahan di akun Facebook-nya pada 27 Juni 2020 berupa tulisan panjang berjudul ‘Adek2ku Calon Teroris yg Abang Sayang’. Namun postingan itu kini telah dihapus. Saat redaksi mengecek akun Facebook Denny, tidak ditemukan postingan tersebut.

Forum Mujahid Tasikmalaya selaku pelapor mempermasalahkan foto santri cilik Pondok Pesantren Tahfidz Daarul Ilmi, Tasikmalaya, yang ada dalam posting-an tersebut. Di foto itu, para santri cilik membawa bendera tauhid berwarna hitam dan putih.

Sejumlah parpol koalisi Jokowi pun kemudian ikut mengomentari unggahan Denny itu. Mulai dari PKB, PPP, NasDem hingga Gerindra.

PKB menilai unggahan Denny itu tidaklah bijak. PKB pun menyarankan Denny untuk segera meminta maaf kepada para santri.

“Bang Denny segera sowan dan minta maaf ke NU dan para kiai dan santri, lebih baik saling maaf-memaafkan saja,” kata Ketua DPP PKB Daniel Johan kepada wartawan, Ahad (5/7/2020).

PPP memilih mengingatkan Denny bahwa ada etika dalam bermedsos. Selain itu, kata PPP, bermedsos juga ada ketentuannya.

Saya hanya mengingatkan bahwa bermedsos itu juga ada ketentuan dan etikanya,” kata Wasekjen PPP Achmad Baidowi.

NasDem juga menyampaikan hal yang senada dengan PPP. NasDem mengingatkan, dalam bermedia sosial (medsos), masyarakat dituntut semakin dewasa dan bertanggung jawab. Termasuk pula dalam berpendapat.

“Di sisi lain, para netizen juga dituntut untuk semakin dewasa dan bertanggung jawab. Dewasa dalam bermedsos, dan dewasa pula dalam beropini. Kode etik harus diperhatikan betul, karena itulah ciri manusia beradab,” kata Willy.

Dia juga harus bertanggung jawab juga atas apa apa yang telah diunggah atau di-posting-nya. Kalau dia merasa benar ya pantang surut dia ke belakang. Kalau salah ya harus jantan untuk mengakui dan siap dengan segala konsekuensinya,” imbuhnya.

Sementara, Gerindra meminta Denny untuk segera meminta maaf kepada santri cilik yang ada dalam foto yang diunggah. Gerindra bahkan berjanji akan mengawal laporan terhadap Denny itu.

“Sebagai wakil rakyat saya benar-benar kecewa dengan tulisan dan pembuatan foto tersebut. Saya akan kawal laporan masyarakat terhadap Denny Siregar agar persoalan ini cepat diselesaikan secara hukum,” kata jubir Gerindra, Habiburokhman, kepada wartawan.

Respons Denny Siregar

Terkait laporan yang dialamatkan kepadanya, Denny menegaskan tidak melakukan penghinaan. Dia juga mengatakan foto tersebut dipakai sebagai ilustrasi.

“Nggak ada penghinaan. Di tulisan, saya sudah memberikan keterangan: Foto hanya ilustrasi. Saya juga tidak spesifik menyebut itu santri dari mana,” kata Denny kepada wartawan.

Denny pun tak masalah jika dipolisikan. Dia mengaku menghormati proses hukum yang ada.

Masalah hukum, saya hormati prosesnya. Saya serahkan semua ke pengacara,” kata Denny ketika dihubungi, Minggu (5/7/2020).

Denny juga menanggapi desakan terhadapnya untuk meminta maaf kepada para santri. Denny mengatakan dia akan meminta maaf jika para santri tersinggung atas posting-annya. Namun permintaan maaf itu ditujukan kepada para santri, bukan kepada pihak yang memanfaatkan anak dalam aksi demo.

“Kalau para santri ikut tersinggung karena posting-an saya, ya saya pasti minta maaf. Tapi saya tidak akan meminta maaf kepada mereka yang memanfaatkan anak-anak dalam demo seperti itu,” kata Denny.***

Sumber: Detikcom

Tinggalkan Komentar

%d blogger menyukai ini: